HIK Gaul Pak Mul – Karanganyar

hik gaul 5Bagi masyarakat di jawa khususnya wilayah Soloraya sudah tidak asing lagi dengan istilah HIK atau Wedangan atau kalau di Yogyakarta biasa disebut Angkringan. HIK merupakan singkatan dari Hidangan Istimewa Kampung, yang biasanya mulai buka saat sore hingga tengah malam bahkan ada yang sampai dinihari, walaupun sekarang banyak juga Warung HIK yang buka saat siang hari. HIK lazimnya dijajakan dengan gerobak dan biasanya di beri peneduh dari bahan terpal, dengan ciri khas terdapat sebuah ceret besar untuk memasak air minum yang di panaskan dengan arang kayu, kemudian disampingnya berjajar aneka makanan ringan/aneka gorengan. Menu utama di Warung HIK antara lain Nasi Kucing, Nasi Oseng, Aneka Gorengan, Sate Usus, Sate Keong, dan lainnya. Pengunjung yang datang ke Warung HIK biasanya tidak semata-mata memenuhi kebutuhan makan karena rasa lapar, tetapi lebih kepada kepuasan batin dan refreshing karena di warung HIK biasanya pengunjung bertemu dan membaur dengan berbagai lapisan masyarakat dari berbagai strata sosial sehingga tidak ada lagi sekat antara si kaya atau si miskin bahkan semua bebas bicara disini.

hik gaul 1Bagi yang suka traveling dan berkesempatan melewati Jalur ke Kawasan Wisata Tawangmangu, ada satu Warung HIK yang sangat unik dan perlu untuk dicoba. Adalah HIK Gaul Pak Mul yang berlokasi di pinggir Jl. Lawu Kabupaten Karanganyar, tepatnya sekitar 300 meter timur Simpang Lima Terminal Bejen arah ke Tawangmangu, sebelah utara SMPN 3 Karanganyar.

HIK Gaul Pak Mul mulai buka pukul 17.00 hingga tengah malam, dan khusus hari SELASA LIBUR. Pemandangan yang terlihat mencolok dan berbeda dari kebanyakan warung HIK pada umumnya adalah banyaknya deretan mobil/motor pengunjung yang rata-rata berplat luar karanganyar, dan juga banyaknya deretan meja lesehan yang menempati sampai di halaman rumah bahkan teras pun digunakan untuk tempat duduk pengunjung. Memang Pak Mul membuka warung HIK tepat di depan rumah beliau dan teras rumah juga disulap sebagai tempat makan yang nyaman dilengkapi peneduh dan taman ditengahnya. Fasilitas yang lain seperti Musholla dan Toilet pun disediakan demi kenyamanan pengunjung, bahkan Halte bus yang berada di sebelah barat gerobaknya juga di jadikan tempat lesehan para pelanggan.

hik gaul 2Salah satu  hal yang menjadi magnet bagi pengunjung adalah kepiawaian Pak Mul melayani pengunjung terutama dalam meracik minuman dan selera humor nya yang tinggi, hampir-hampir tidak dijumpai di Warung HIK yang lain. Pak Mul juga sangat komunikatif dengan pengunjung warungnya bahkan yang belum kenal sekalipun. Selain itu nama-nama menunya juga menggelitik hati pengunjung, seperti Nasi Cucu Ikan Paus (nasi sambel teri), Sayur Ganja (Garangasem Jamur), Bubur Manten Anyar (Bubur yang diatasnya diberi sayur tumpang), Mie Terkam (Mie Telur Ayam Kampung), Telor Setang (Telor Setengah Matang), Pistantul (Pisang Tanpa Tulang = carang gesing), JKJ (Jahe Kencur Jeruk), OBH (Obat Batuk HIK), Susu Jahe Tape Coklat, STMJ (Susu Teh Madu Jahe), Jahe Miyabi (Wedang Jahe murni=jahe polos), Tahu Selebritis (Tahu Pong), Jadah Apollo (Jadah bakar), dan aneka variasi makanan dan minuman lainnya.

hik gaul 4Selain nama menu yang sangat unik juga kata-kata yang diucapkan Pak Mul juga mengundang tawa dan rasa penasaran pengunjung. Apabila pengunjung mulai ramai maka Pak Mul akan berkata “serkong-serkong…” artinya (maaf) geser bokong = geser pantat agar pengunjung yang lain mendapat bagian tempat duduk, apabila isi gelas minuman pengunjung hampir habis maka Pak Mul akan berkata “Sopir Jaran …” (dalam bahasa jawa sopir jaran disebut Joki = menambah isi gelas), bila pengunjung mengiyakan untuk nambah minuman maka Pak Mul akan menyahut Yulia atau Stasiun Ngawi ?  artinya bila memilih Yulia = isi sampai penuh (Yulia Perez) kata peres dalam bahasa jawa artinya penuh, bila pengunjung memilih Stasiun Ngawi = nambah setengah gelas saja (stasiun ngawi = paron), paron dalam bahasa jawa artinya setengah.

Bila pengunjung selesai makan dan ingin menghitung harga yang harus dibayar maka cukup berkata “Laskar Pelangi…” artinya Berhitung (karena laskar pelangi dibuat di belitung), maka Pak Mul akan menyahut “Pijet Jowo…” artinya Urut = antri.  Saat pengunjung berpamitan akan pulang biasanya akan disahut Pak Mul dengan “Palur Kebakkramat …” artinya sugeng kondur semoga selamat.

hik gaul 3Kepiawaian Pak Mul dalam meracik minuman dan mengolah kata-kata menjadi humor segar menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, bahkan kalau diamati banyak juga pengunjung dari etnis tionghoa yang rata-rata datang dari luar Karanganyar.  Suasana dan pelayanan inilah yang membuat pengunjung ingin datang kembali ke HIK Gaul Pak Mul bahkan banyak yang datang kembali dengan mengajak keluarga, rekan kerja, teman, maupun tamu dari jauh yang ingin menikmati Hidangan dan Suasana Khas HIK Gaul. Apabila punya hajat di rumah atau kantor pun HIK Gaul Pak Mul bersedia dipanggil dengan satu paket lengkap makanan dan minuman untuk sekitar 250 orang bersama gerobaknya. Bagaimana mau mencoba …..

Advertisements
This entry was posted in Kuliner and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to HIK Gaul Pak Mul – Karanganyar

  1. 😀 Ampuunnn, menu Nasi Cucu Ikan Paus kirain semacam menu apa gitu … Eh ternyata nasi teri 😦 . Pak Mul memang top deh 😀 , jadi pengen kesana 😀

    Like

  2. Sip, sama”, makasih juga udah nulis, jadi punya referensi hik gaul nih 😀

    Like

  3. mila says:

    Hari ini buka kah?? Hik gaul?? 11 september 2016?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s